09/02/11

hidup dengan perbedaan

Ada kalanya sesuatu yang berbeda itu indah dan menarik. Namun, adakalanya pula dianggap aneh dan dibuang. Karena dianggap lain dari lingkungannya. Kebanyakan orang kurang bisa menerima sesuatu yang berbeda. Padahal di dunia ini semuanya memang diciptakan berbeda antara yang satu dengan yang lain.

Manusia yang satu diciptakan berbeda dengan manusia yang lain. Perbedaan postur tubuh, warna kulit, sifat, karakter, bahkan ada beberapa orang yang karena perbedaan itu malah dianggap cacat.

Saat orang kebanyakan makan, menulis dan melakukan sebagian besar aktifitasnya menggunakan tangan kanan, ada sebagian kecil orang yang menggunakan tangan kirinya sebagai kekuatan segala aktifitasnya,
bukan tangan kanan. Mereka ini kemudian diberi gelar "Kidal".



Apa memang ada yang salah dengan mereka yang kidal?
Sebenarnya kalau mereka bisa memilih, mereka lebih senang untuk tidak hidup dengan kidal. Karena hidup sebagai minoritas ditengah-tengah kaum mayoritas tentunya tidak enak. Dalam pergaulan, kaum minoritas cenderung tidak dianggap dan disisihkan dari pergaulan.

Padahal, anak-anak yang berbeda ini yang justru biasanya mempunyai semangat untuk maju yang lebih besar dibanding mereka kebanyakan yang normal. Meski kadang mereka malu dan segan.

Saat KKN, saya berkesempatan mengajar anak SD di desa. Dari situ kemudian saya mulai kenal dan dekat dengan beberapa siswa. Salah satu dari mereka, ada yang sedikit berbeda dengan teman-teman sebayanya. Dia Kidal. Sebut saja namanya bunga, bukan nama sebenarnya. :p

Suatu ketika, dia sedang menulis saya menghampirinya, seperti yang saya lakukan pada siswa yang lain, saya bertanya dan mencoba membantu barangkali ada kesulitan mengerjakan soal latihan yang saya beri. Dengan tergesa-gesa dia berusaha menyembunyikan tangan kanannya. Saat itu, saya baru menyadari, kalau ternyata dia kidal!

Rasa penasaran membuat saya mulai memperhatikan dia, dan mencari tau ada apa gerangan dengan tangan kanannya. :) Betapa kagetnya, ketika saya tahu kalau dia dilahirkan dengan tangan kanan yang kurang sempurna (alias cacat). Dia melakukan hampir semua aktifitasnya dengan tangan kiri. Berbeda dengan teman-temannya yang menggunakan tangan kanan untuk sebagian besar aktifitasnya.

Beberapa kali saya kerap mendapatinya sedang melihat tangan teman-temannya yang memang dilahirkan normal. Kemudian menatap tangan kanannya dengan tatapan sayu. Saya jadi tidak tega dan kerap hampir meneteskan air mata melihatnya.

Yang saya kagum dari dia adalah semangat dan percaya dirinya. Dia berusaha lebih keras dibandingkan beberapa temannya, rasa ingin tahunya lebih besar dari teman-temannya. Meski terkadang dia hanya diam dan menyendiri menjauhi teman-temannya. Dia beruntung karena memiliki teman yang baik. Teman yang tulus, yang  mau menerima kekurangannya.

Memang kenapa dengan mereka yang kidal? Memang kenapa kalau mereka menulis dengan tangan kiri? Barrack Obama juga kidal! Memang kenapa kalau mereka makan dengan tangan kiri? Apa itu dianggap tidak sopan??
Lebih tidak sopan mana dengan mereka yang makan dengan tangan kanan, tapi makanan mereka dari hasil berbuat jahat?

Mereka yang kidal bukan berarti tidak mengerti etika dan tata krama yang baik.
Mereka yang kidal bukan berarti tidak menghormati orang lain.
Mereka yang kidal bukan berarti tidak mau belajar beraktifitas menggunakan tangan kanannya.

Andai, semua orang normal tidak membeda-bedakan mereka yang cacat.
Andai, mereka yang menjadi kaum mayoritas tidak 'mengasingkan' mereka yang minoritas.
Andai, perbedaan tidak menjadi halangan untuk bersatu.
Betapa indah dan cantiknya hidup dengan segala perbedaan.... :)
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

1 comments: