Goodbye Path, Goodbye Mantan...

23.21


Kejayaan sosial media sepertinya memang silih berganti. Dulu ada Friendster. Yang kemudian perlahan-lahan tumbang setelah munculnya Facebook. Selain Friendster, juga ada Koprol. Plurk. Foursquare yang juga perlahan ditinggal pemainnya. Padahal dulu sempat sangat hits. Tapi kemudian perlahan dilupakan setelah ada sosial media baru yang muncul. Termasuk juga Path.

Setelah (mungkin sekitar) 1-2 tahun nggak main Path lagi, kaget rasanya saat tiba-tiba denger kabar kalau Path mau ditutup. Seketika aku, dan mungkin beberapa orang, bondong-bondong download Path, kemudian login lagi. Kalau ini salah satu teknik marketing untuk menghidupkan Path lagi, aku yakin trik ini sukses sih. Bayangkan saja berapa banyak orang yang mendadak buka Path lagi setelah lama meninggalkannya, yang kemungkinan juga sudah uninstall lagi? Seandainya trik ini dilakukan saat April, namun ternyata Path tidak benar-benar gulung tikar, tim marketing bisa bilang ini cuma April Mop. Buat narik penggunanya lagi. Tapi sayangnya sekarang bukan April. Pun saat buka Path (lagi), muncul notifikasi official dari Path kalau memang mau ditutup.

Sedih?

Aku iya.
Meski sudah tak lagi main Path. Sampai tak tahu kalau ternyata ada banyak yang add friend tapi belum sempat aku confirm. Sekarang terlanjur mau tutup. Mau di-confirm juga rasanya percuma.

Kalau Path sudah ditutup, di sosial media mana lagi aku bisa bikin postingan "sleep" dan "awake" kayak di Path? Instagram atau Facebook sampai saat ini belum ada fitur itu. Dari beberapa fitur Path yang tidak seberapa banyak itu, fitur "Sleep" dan "Awake" yang paling ngangenin buat aku.


Saat Path masih berjaya, aku termasuk social media addict yang apa-apa post di Path. Lihat aja bukti screenshot di atas. Dalam 5 tahun, ada 2,716 moments yang kubuat. Menyampah. Sangat.

Sebelum Instagram dan Facebook bisa check-in location, (seingatku) Path yang duluan bisa. Setiap pergi ke suatu tempat, pasti WAJIB check-in location di Path. Kalau pergi keluar kota, check-in. Biar muncul di timeline dengan simbol pesawat serta lokasinya. Pamer. Songong. Bangga. Receh. Norak.

Kalau nonton film, pamer pake fitur "I'm Watching bla bla bla". Nggak lupa pasang lokasinya. Sama "I'm with"-nya. Padahal belum tentu nontonnya di bioskop. Bisa jadi nonton di laptop. Hasil download.

Yang aku ingat dari fitur terbaru Path, sebelum aku uninstall beberapa tahun lalu, adalah fitur #PathDaily. Nulis  sesuatu, tambahin #PathDaily. Lalu jadi quote. Dengan background yang tak tertebak. Bikin penasaran. Seberapa cocok background dengan quote. Bikin gregetan. 


Tidak bisa dihindari. Yang lahir pasti mati. Jika kali ini Path yang harus ditutup, setelah ini giliran social media yang mana yang ditutup? Kalau tidak berinovasi, sedang ada saingan baru yang lebih menarik, yang lama akan ditinggal.

Seperti mantan.

Seperti juga perasaan.

Dan di sinilah akhirnya.

Terima kasih, Path.

You Might Also Like

1 comments

  1. Gw pernah pake path dan nggak ngerti fungsinya gimana kwkwkw. Napa tutup? Apa dibeli sama Mark Zuckeberg juga?

    BalasHapus